Minggu, 09 September 2012

Jaringan Tumbuhan


Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan terdiri atas jaringan meristem dan permanen (dewasa).

1. Jaringan Meristem

Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional; artinya aktif  membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Proses pembelahan pada jaringan meristem terjadi melalui pembelahan mitosis.  Ciri-ciri sel meristem adalah berdinding tipis, banyak mengandung protoplasma, inti besar, dan plastida belum matang. Jaringan Meristem disebut juga jaringan muda. 

Berdasarkan asal terbentuknya, ada tiga macam meristem, yakni sebagai berikut.

a.    Promeristem

Promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih berada dalam masa embrional.

b.    Meristem Primer

Meristem Primer adalah meristem yang berkembang dari sel embrional. Meristem terdapat misalnya pada ujung batang dan ujung akar yang menyebabkan tumbuhan bertambah tinggi.

c.    Meristem Sekunder

Meristem Sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan meristem primer, contohnya adalah kambium. Kambium terletak diantara jaringan pengangkut dan sel-selnya aktif membelah. Kambium ini menyebabkan perbesaran pada batang dan akar, pertumbuhan kambium ke arah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan ke arah dalam akan membentuk kayu.

Berdasarkan letak jaringan, meristem dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu:

a.    Meristem Apikal

Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung batang dan ujung akar. Meristem apikal selalu menyebabkan pemanjangan pada tumbuhan, sehingga pertumbuhan ini disebut pertumbuhan primer.

b.    Meristem lateral

Meristem lateral menyebabkan pertumbuhan sekunder yang merupakan pertambahan besar pada akar dan batang tumbuhan.

c.    Meristem interkalar

Meristem interkalar atau meristem antara, adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan meristem dewasa . contohnya pada batang rumput-rumputan (garminae). Pertumbuhan pada meristem interkalar menyebabkan pemanjangan batang dengan cepat sebelum tumbuh bunga.


2. Jaringan Dewasa (Permanen)

Jaringan Dewasa adalah jaringan yang bersifat non meristematik (tidak aktif membelah) dan mengalami diferensiasi dari jaringan meristem primer dan sekunder. Jaringan dewasa terdiri dari :

a.    Jaringan Pelindung (Epidermis)

Jaringan epidermis adalah lapisan sel yang berada paling luar, yaitu pada permukaan organ primer tumbuhan, seperti akar, batang, daun, bunga dan buah. Jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan sehingga jaringan epidermis disebut jaringan pelindung.

               Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat tambahan atau derivat epidermis, misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silika, dan sel gabus.

b.    Jaringan Dasar (Parenkim)

Jaringan parenkim disebut juga sebagai jaringan dasar karena dijumpai hampir di setiap bagian tumbuhan. Contohnya, parenkim dijumpai di antara epidermis dan pembuluh angkut pada akar dan batang.

Berdasarkan fungsinya, parenkim dibedakan menjadi 4 (empat), yakni sebagai berikut.

·        Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi dalam proses fotosintesis

·        Parenkim penimbun adalah parenkim yang dapat menyimpan cadangan makanan misalnya di dalam cairan sitoplasma dan vakuola

·        Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya pada tanaman xerofit, epifit dan sukulen

·        Parenkim udara adalah jaringan yang memiliki ruang antar sel yang besar untuk menyimpan udara. Terdapat pada tumbuhan hidrofit

c.    Jaringan Penyokong (Penguat)

Jaringan penyokong merupakan jaringan yang menguatkan tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

a)    Kolenkim
Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.

b)    Sklerenkim
Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut/serat dan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.

d.    Jaringan Pengangkut (Vaskuler)

Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tingi terdiri dari xilem dan floem.

·      Xilem

Fungsi utama dari xilem adalah untuk sirkulasi air dan mineral dari akar. Xilem merupakan suatu jaringan pengangkut kompleks yang terdiri dari berbagai macam bentuk sel. Pada umumnya, sel-sel penyusun xilem merupakan sel-sel mati dengan dinding yang sangat tebal tersusun dari zat lignin, sehingga xilem berfungsi juga sebagai jaringan penguat. Unsur-unsur xilem terdiri dari unsur trakeal, serabut xilem dan parenkim xilem.

·      Floem

Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsur tapis, sel pengiring, parenkim, dan serabut floem.

0 komentar:

Poskan Komentar